24/10/22
Kisah Akhir Pekan
13/10/22
Puisi TUHAN
Puisi.
Tuhan ialah Puisi. Ia tabur dari langit tiap bait diriNya,
Ada yang jadi daratan, lautan, air, batu, rumput, pepohonan, hewan.
Bait terakhir dari Puisi itu adalah Kau dan Aku.
Rahwana
Dulu, dulu sekali pohon ialah kehidupan buah ranum subur dalam tubuh. Kitab-kitab lama cerita bukan buah saja, dedaun, ranting dan pokok bahkan akar adalah hidupPilih yang ranum dan baik, tulis buku lama di bab satu. Jangan yang busuk kau telan ulat bersarang dalam tubuh. Rahwana tak menyisakan, semua ditelan. Buah, daun, ranting, pokok dan akar. Sejak itu ia berkepala sepuluh. Maka semua pohon ditelan, jadi rumah, jadi gedung, jadi meja kursi jadi apa saja yang bukan pohon. Bumi meradang kehausan, air menguap merintih, lautan mendidih berapi. Dan asap menutup Asoka, rumah, gedung, meja - kursi, jadi arang. Tiada tersisa. Dan buku tua tertutup. (Anyer, Medio November 2019)
Rahwana
09/10/22
Sarkem
stasiun tugu dan Sarkem
Sang Penari.
The Old Man
The Old Man and a piece of rhyme
08/10/22
Antara Cerebon - Tuban
Antara Cirebon - Tuban.
Sajak AIR
Sajak tentang air.
RWM.BOONG BETHONY
07/10/22
Bahasa Alam
Bahasa Alam.
05/10/22
Lelaki Baya
KURSI DAN LELAKI BAYA.
03/10/22
OPA
Opa pergilah.
24/09/22
Tanjung Priok
Tanjung Priok
Kisah-kisah Malam
Sajak Segenggam malam.
Perempuan malam.
18/09/22
Kangen
Denpasar aku datang.
Mari berncanda nikmati debur riak sanur dan celoteh pengagummu.
Ku harap tubuh elok dan pesonamu
merangsangku mengukir syair-syair yang lama mati
masihkah gairah lenggok-lenggok dan jemari lentik dalam kerling nakal
bangkitkan gairahku mencumbui parasmu
Sanur! Sanur!
Ku rindu janur-janur menyatu tonggak penjor
Mendayu rayu
kembang pelangi menebar senyum
Sanur, engkaulah sejatinya gadis dewata
Gadis seribu wajah.
(taman Srigunting, 18 sep'011)
Bali dan kerlip bintang
KANGEN.
Berlari lewati pintu
Melompati gerbang
Menyeruak diantara balai-balai
Hati pedih, keluhmu
Jiwa sakit, teriak engkau
Rasa mati, pekikmu
Aku terdiam
TerpekurMerunduk
Rindu ini larut
Kangen ini luruh
Meranggas
Meradang
pada sore berikut
kudapati tubuhku terbaring kaku
setangkai mawar merah muda merajam
tepat didada.
pagi berikut
kau cabut mawar itu
tanganmu merobek dadaku
kau bawa lari isinya.
Kidung Rindu.
Rindu Ku
Menari diantara daun-daun luruh
Menyibak rerimbun pohon-pohon sajak
Mengecup manis kembang-kembang Puisi
Rindu Ku
Bergelantung pada akar-akar tua
Menjingkrak liar diantara rumput-rumput Pantun
Berlompatan pada pucuk-pucuk Syair.
RinduKu.
Foto : FJB Kaskus
Sajak Tentang Makassar.
Sajak tentang Makassar.
Balada Majene.
RWM.BOONG BETHONY