03/10/22

OPA

Opa pergilah.


Engkau lelaki
kemana dimana bagimu sama
untukmu hari kemaren, hari ini dan esok, sama.
Pergimu membawa separuh jiwa, seluruh cucu cicit
Teringat saat kau ayun sepeda tua berkeriyet riyet menyusuri lorong bebetu diantara rerimbun pokok nyiur
Kau berkisah tentang cintamu, kekasihmu, kegagalanmu, kolam tuamu
Saat ini opa, semua cerita itu terdengar sejuk.
Wajah tuamu, sorot matamu, keriput kulitmu dan getaran suaramu adalah cinta, nafas hidup cucu cicit
Terngiang pesanmu pada selarik kertas tua, kau tulis di situ 'Jangan pernah berharap orang lain menolong selain dirimu dan Tuhan tetapi bahagialah memenuhi harapan dan pinta orang lain'
kertas tua itu opa, kumamah, kutelan dan kini jadi sumsum tulang, jadi sel sel yang membaharui pandangan dan batin, jiwaku.
Pergilah opa, seperti yang pernah kau tuturkan semua akan pergi, tak ada yang tinggal.
RIP Opa tersayang. 3 Oktober 2015


RWM.BOONG BETHONY