23/07/16

Dialektika Haiku

Dialegtis dan dinamika Haikuku.
By, Romo RWM

Selamat pagi sobat, Handaitaulan dan kerabatku di Rumah Haikuku Indonesia. Hari ini saya ingin membahas pertanyaan yang diajukan oleh rekan kita Jonny Jonjourrudolf Solisa, di lapak saya sebelumnya. Lapak yang saya maksud yaitu artikel mini tentang 'Haiku itu Puisi Cerdas nan Menawan', di posting tgl 11 November lalu.
Semoga artikel kecil ini bermanfaat, salam dan doa rahayu.

Sobatku, Kerabat dan Handaitaulanku, Dalam dialog itu Mas JJ Solisa menanggapi seperti yang saya Copy paste dibawah : 
.......mantap saya kira bukan saja sumur tua dan makam tua saja terkadang umur manusia juga bisa jadi kigo ya bang Yesmil Anwar..

Pertanyaan ini lahir setelah akang Haji Yesmil Anwar menanggapi postingan saya di lapak tersebut. Jadi saya mencoba untuk membahas pertanyaan Rekan kita Jonny J Solisa sebagai berikut :
Boleh seperti itu bung Jonny J Solisa...tetapi mesti yang berlaku secara umum. Artinya sesuatu yang hendak kita jadikan Kigo (baik kerangka Musim pun waktu) merupakan pertanda Umum dan bukan hanya si penulis saja yang tahu.
Beberapa waktu lalu, ada seorang member yang bertahan dan merasa bahwa 'sesuatu' yang dia angkat sebagai 'kigo' itu adalah sah. Padahal, yang namanya Kigo adalah pertanda waktu dan musim yang berlaku secara umum dan dapat di mengerti juga secara umum. Bukan karangan, atau kigo-kigoan yang hanya di dimengerti oleh si penulis saja.
Kesusastraan merupakan sebuah karya yang lahir dari seseorang untuk merefleksikan sesuatu yang dia (sipenulis) alami atau gumuli atau renungkan. Tetapi membuat HAIKU sungguh sangat berbeda dan tidak sama dengan Puisi - puisi yang selama ini di kenal di tanah air.
Jika menulis puisi non Haiku, kita bebas mengeksplore perasaan, pemikiran atau pun pengalaman tanpa ikatan tertentu, maka tidak demikian dengan Haiku. Penulisnya musti memiliki 'KETAATAN PADA ATURAN MENULIS HAIKU'. Karena itu Haiku memiliki kesulitan tersendiri untuk lahir dari sanubari, keluar dari rasa, mengendap pada bahasa tulis, sebagai bahasa batin atau jiwa dalam bentuk tulisan. Atau dengan kata lain Haiku merupakan bahasa yang diolah lewat pemikiran (menemukan, mencari pertanda waktu dan musim) lalu menuliskannya (Haiku) lewat rasa, dari kedalaman batin - jiwa (dulu cara seperti ini selalu erat hubungannya dengan Zen) sesuai latar belakang si Penulis Haiku (bisa seorang enjinering, seorang hakim, tehnokrat, budayawan, Guru - dosen - instruktur, birokrat, pedagang, bankir, bahkan seorang rohaniawan sampai pada seorang pencopet, koruptor, dst). 
Oleh sebab itu, maka Haiku ialah Puisi Cerdas dari penulis penulis Cerdas, seperti Handaitaulan dan Kerabat semuanya.

Mari simak Karya Akang Haji Yesmil Anwar ini.
Di makam tua
Lumut menyimpan kisah
Sunyi terkunci

Yang mana Kigo menurut sahabat dan Handaitaulan? Mari ber-dialek ria sobat.
Colek Presiden Haikuku Lae Diro Aritonang, Wakil Presiden Haikuku

Chandra Yusuf, Para Admin dan seluruh Kerabat serta Handaitaulanku.
Tepian Mahakam Medio November 2015.

Komentar
Bunda Tami Romo minta alamat kirim kaos
Ro Wl Ma Alamat sudah saya inbox mabk Ceu Tami Lokayanti...malah sudah 2 x. Salam dan doa rahayu.
Bunda Tami Oh ya hehe makasih salam Rahayu Romo
Ro Wl Ma
Tulis balasan...
Ro Wl Ma Saya saya berharap semua Handaitaulan dan Kerabat membaca terlebih dahulu artikel kecil ini sebelum menanggapi baik dengan berjempol ria pun lewat tulisan. Salam dan doa rahayu.
Jonny Jonjourrudolf Solisa saya masih menyimak dan menyimak Romo,,
Na Dhien Maaf klo keliru, di baris keduakah. Bang Ro
Nuky Kristijno Sugeng Romo coba ikutan sumbang opini kl menurut saya yg msh belajar dan awam, di karya Akang Hj Yesmil Anwar kigonya ada di "lumut menyimpan kisah", lumut menunjukkan waktu yg bisa jg kurun waktu lama termasuk musim hujan atau kondisi cuaca dingin yg membentuk lumut hehe, jd saya rasa lumut bisa dijadikan kigo, maaf kalau salah ... sambil menyimak, salam haiku dan rahayu
Ro Wl Ma Mbak Na Dhien dan sister Nuky Kristijno...kita akan bahasa bersama nanti sesudah beberapa tanggapan dari sahabat yang lain.
Saya yakin kemampuan kita untuk belajar bersama sebagai sebuah dialegtis akan membantu kita kearah itu. Salam dan doa rahayu.

Na Dhien Menyimak bang Ro,salam rahayu
Tiwi Supriadi Menurut tiwi Kigonya adalah lumut Kakang Masku karena biasanya lumut tumbuh jika
di musim hujan. Ini pendapat tiwi saja walau tiwi masih saja bekutat pada pagi, siang, sore, petang malam, dini hari hingga pagi lagi apa yang dirasa tiwi #ulasannya indah ini menurut tiwi lagi saja Kang Mas Ro Wl Ma, tiwi harus terima jika ada yang tidak sependapat. Terima kasih. Selamat siang. Rahayu ,,,

Ro Wl Ma Mari kita simak bersama mbak Dian Kencana....rahayu.
Ro Wl Ma Mbakyu Tiwi Supriadi....makasih tanggapan dan pendapatnya. Nanti diakhir sesi lapak ini akan kita diskusikan bersama dengan kerabat lainnya. Salam dan doa rahayu..rahayu..rahayu.
Chandra Yusuf Hahaha... di makam tua itu bukan kigo... old pond bukan kigo... lumut? Merujuk ke musim kah? Apakah itu termasuk alam? Gunung bisa asalkan tunggal dg menyebut gunung merapi misalnya ... jadi lumut tak bisa...
Tiwi Supriadi Oh lumut bukan Kigo yaa Bang Chandra Yusuf, hanya sekadar perkiraan tiwi di Haikunya Kang Mas Ro Wl Ma l, saja karena di tempat tiwi sudah "ngabreng" tumbuh walau hujan disini baru beberapa kali. Terima kasih yaa Abang ,,,
Chandra Yusuf Tapi ini bagus banget... terasa nuansa alamnya...
Opa Rachmat Hidayat Sebagai pemula yang belum lama mencoba berkarya tentang Haiku, dengan pengetahuan yang masih sangat minim maka menurut Opa sih LUMUT bisa jadi kigo, sebab hanya ada pada musim basah dan lumut hampir semua orang secara umum tau. Selamat siang Romo, salam rahayu ....
Greysand Harimau saya sepakat dgn pak Chandra Yusuf ...... sumur tua bkn kigo kecil maupun besar ...... dalam haiku di atas hanya menunjukan penanda waktu melalui kata lumut ...... knapa sy sebut lumut penanda waktu bukan kigo besar ..... lumut memang tumbuh di sembarang musim hanya saratnya ada air tergenang. kenapa merujuk pada penanda waktu? jawabnya sederhana masa hidup lumut mulai tumbuh berkembang dan mati hanya dua minggu atawa maksimal 14 hari sedangkan masa puncak kembang biak antara 4-9 hari setelah 10 hari mengalami penurunan jumlah populasi lalu mati. kesimpulan ini berdasarkan daya amat terhadap hasil penelitian yg dilakukan para mahasiswa biologi yg tengah membuat energi terbarukan yakni biodisel ..... dari situ sy memembuat kesimpulan meski sementara krn blom selesai pengamatan dalam kigo. kigo bukanlah kalimat tapi menunjukan sesuatu mahluk hidup baik berupa pohon, binatang yg menunjukan sebagai penanda musim kemarau maupun hujan ..... sedangkan gejala alam seperti atmosfer, angin, suhu yg menimbulkan perubahan cuaca adalah unsur terbesar penyumbang kigo. ..... begitu pendapat saya romo Ro Wl Ma
Yesmil Anwar Sangat menyenangkan menyimak, analistis para teoritisi kigo yg luas pengetahuannya. Banyak yg dpt dipetik dr alur pikir sahabat2, semuanya argumentatif dan masuk akal..
Sy pikir seharusnya, pembicaraan seperti ini, jg dpt dilakukan dlm diskusi2. 'di darat' agar kita memiliki ruang diskusi yg lbh luas. Orang minag bilang..... Tambuah ciek!

Salam sahabat 

Ro Wl Ma Para sahabat, Kigo Nusantara memang musti banyak kita gali dalam diskusi seperti ini. Karena kita hanya mengenal 2 musim. Sementara di Jepang sana mengenal 4 musim dan skala sebaran musim itu juga amat jelas, baik lewat gejala tetumbuhan (pohon, bunga, rumput, bahkan cuaca) juga dapat kita amati pada gejala hewan, air termasuk pada manusia (seperti, kemeja yang di kenakkan/di pakai, Jaket, syal sampai pada sepatu, termasuk apa yang di konsumsi oleh manusia pada tiap musim itu).
Tapi Indonesia pasti berbeda gejala-gejala atau pertanda itu. Diskusi ini mengajak semua Handaitaulan dan kerabat untuk secara terbuka berdiskusi soal beberapa catatan atas karya-karya Haiku yang menjadi objek utama sebuah percakapan terbuka.
Kembali soal Haiku Karya akang Haji Yesmil Anwar yang di jadikan contoh dalam artikel kecil ini.
Saya setuju pendapat mas Chandra Yusuf soal " Di makam tua" sebab itu merupakan tempat atau background atau latar belakang terjadinya 'lumut menyimpan kisah'.
Pertanyaan yang segera harus di jawab bersama ialah :
KAPAN LUMUT ITU TUMBUH ATAU DI MUSIM APA IA BERTUMBUH?
Yang kedua : APAKAH SECARA UMUN LUMUT ADA SETIAP WAKTU?
pertanyaan ini juga saya ajukan kepada : Mas Greysand Harimau, Mas Chandra Yusuf, mbak Nuky KristijnoNa Dhien dan akang haji Yesmil Anwar, JUGA DI TUJUKAN KEPADA SELURUH KERABAT DAN HANDAITAULAN DI HAIKUKU.
jawaban sahabat dan kerabat, atas 2 (dua) pertanyaan ini, akan menentukan apakah Lumut bisa menjadi pertanda waktu atau mungkin juga pertanda musim?
Ini diskusi serius tapi juga santai dari hati ke hati. Saya colek juga Trisno SoritonRoc Koesoemahprawira, Lae Diro AritonangRoro Mendut
Rahayu..rahayu..rahayu.

Na Dhien Y menurut saya.. lumut itu butuh waktu, jd itu menunjukkan berapa waktu dibutuhkan menjadi lumut,
Ro Wl Ma Sobat Na Dhien...segala sesuatu butuh waktu. Yang saya pertanyakan adalah : Kapan atau kira-kira pada musim apa Lumut itu tumbuh? kemudian apakah lumut ada disetiap waktu?
Na Dhien Y saat makam itu mulai ada,krn disebut tua kan sangat lama,hingga terbentuk lumut karena tak terjamah (dari baris 3;sunyi sepi),
Berapa lama waktunya itu tak terkira
(maaf bila saya keliru bahkan salah)

Nuky Kristijno Romo...setelah saya nguntip mbah google ternyata disini lumut bisa tumbuh seoanjang waktu dimana2 di bebatuan, di permukaan kayu, dimana saja kapan saja asal tempatnya lembab atau basah. Nah bingung lagi deh berarti bukan hanya pada musim hujan ada lumut dimusim panas pun bisa asal tempat nya lembab. Jadi bukan termasuk kigo dong...welleh nah kalau gitu saya nyimak lagi aja hehehe....salam...rahayu
Greysand Harimau bu Nuky Kristijno ..... sy jg sdh menyebutkan di atas ..... lumut itu sebagai penanda waktu atawa kigo kecil kenapa disebut penanda waktu karena lumut hidup berulang-ulang dalam waktu yg sama yakni 14 hari .... jd lumut tumbuh dan mati dalam tempo yg tetap setiap tahun (berdasarkan kalender) maka itu dikategorikan penanda waktu .... berbeda dgn kigo sebagai penanda awal, pertengahan dan akhir musim
Neni Keren dech..nyimaak...
Nuky Kristijno yup kang Greysand sorry baca belakangan hihihiii.. agreed and tq
Ro Wl Ma Para sahabat dan Handaitaulan serta kerabat lainnya, tidak perlu ragu untuk membuat Haiku dan mencari-cari Kigo sesuai kondisi di alam Indonesia. Tapi pelajari benar apa 'sesuatu' itu benar-benar dapat kita jadikan Kigo?
persyaratannya ilah :
1. Dapat kita uji dan berlaku umum.
2. Dapat diterima sebagai penanda waktu pun musim, termasuk didalamnya Kigo dalam bentuk Puitika.
3. Benda-benda, Hewan, Pepohonan, rerumputan bahkan cara manusia menyikapi kehidupan pun dapat menjadi penanda waktu pun musim.

Jangan takut bereksprimen, yakinlah kita akan membahasannya dari hati kehati. Etikanya adalah "HAIKU ITU BAHASA BATIN, BAHASA JIWA, BAHASA SPIRITUAL".
Colek Presiden Haikuku, Lae Diro Aritonang, mas Greysand Harimau, masChandra Yusuf, Mas Roc Koesoemahprawira, mbak Roro Mendut, akang Haji Yesmil Anwar dan akang guru Endang Kasupardi......salam dan doa rahayu.

AS Januar Nyimak lagi ahhh.... Di sini
Yesmil Anwar Romo, sy menyimak dan berusaha mencerna, tampaknya masih banyak yg harus sy 'benahi' persepsi dan mengetahuan sy ttg haiku, dan kigo khususnya...
Hatur nuhun, romo.
Maaf, sy pamit dulu, masuk kelas... Hehe

Ro Wl Ma Kang Asep Sumekar Januar...menyimak ialah ilmu kerendahan hati yang luar biasa. Sungguh akang. Rahayu..rahayu..rahayu
Ro Wl Ma Akang Haji Yesmil Anwar..achhh jangan begitu sobat. Eta jadi maluuuu....
Selamat mengajar akang, salam dan doa rahayu.

AS Januar .....da aku mah ga bisa komen Romo kuhhh Ro WI Ma... Nyimak lah yg ku bisa....
Selamat siang Romo. Salam Rahayuuuu buat semua

Ro Wl Ma Hormatku untukmu akang Asep Sumekar Januar...kapan bisa ngupi bareng ya?


Ro Wl Ma Sobatku Nuky Kristijno...yah benar sekali. Segala sesuatu yang tidak umum dalam bentuk Penanda waktu pun musim musti dapat kita uji dan di terima sebagai penanda waktu/musim. Sebagai Kigo. Benar usul dan saran mas Greysand Harimau dalam hal ini.
Makasih sudah membuktikan bahwa Lumut pun bisa jadi kigo asal disertai kata kerja. Maturnuwun sobat, Salam dan doa rahayu.

Ro Wl Ma mbak Na Dhien...benar apa yang anda ungkap itu....baca lagi komentar sobat Nuky Kristijno dan mas Greysand Harimau.
AS Januar Duuhhh jauh jarak tuk ngupi bareng yaa Romo... Iihhh suka skali liat Romo bisa ngupi bareng ama kang Koesoemahprawira Roc dan di posting hehee
Nina Hendrayana Menyimaaaakkk.., terimakasih banyaaakkk #Romo Ro WI Ma, ulasan yg sngt berharga sbgai tambahan ilmu untuk saya yg msh belajar, dan hrs lbih bnyk menimba ilmu..,Rahayu Romo..
Jonny Jonjourrudolf Solisa haduh; Romo,
Greysand Harimau,
Pak haji,, Yesmil Anwar.

maaf aku masih menyimak nih.
sampe lutan badanku.
Na Dhien Maturnuwun bang Ro, sdh saya baca dan Terimakasih ada ilmu yg bisa dipetik dg pandangan saya yg kurang "tepat "...
Chandra Yusuf Maaf saya bukan mau berkonflik... apakah lumut tumbuh di waktu yang pasti? kodok itu di jepang pasti munculnya musim panas... kodok sebagai penanda waktu... saya dari awal berpikir lumut itu bisa tumbuh kapan saja di tempat yg basah... tdk harus musim hujan... karenanya saya katakan lumut itu bukan kigo...
Ro Wl Ma Mas Chandra Yusuf...easy going my dear bro...lhaaa kan sudah biasa kita berdiskusi....santai saja. Diskusi kan bukan konflik bro....
Dalam beberapa pendapat bahwa lumut itu tumbuh di tempat basa, itu betul. Batu.batu di sungai setiap saat ditumbuhi oleh lumut..bahkan di sepanjang rawa-rawa pun lumut tumbuh dengan subur.
Hanya mungkin supaya Lumut itu jadi pertanda waktu, maka lumut tidak bisa jadi tunggal. Musti ada kata kerja atau sifat yang menyertai bunyi lumut itu. Piyeee kang? Salam dan doa rahayu.

Ro Wl Ma Mbak Nina Hendrayana.....namanya dialektis yang dinamikanya tinggi, Diskusi itu sebuh cara untuk menemukan sesuatu yang baru.
Semoga diskusi seperti ini selalu membuahkan sesuatu yang menamabah pengetahuan dan mengasah kemampuan kita untuk berdialog dan terutama membaca dan menulis Haiku.
Salam dan doa rahayu.

Chandra Yusuf Gunung sama seperti lumut... masuk natural/alam... tapi lumut tdk singgle betul... hujan juga begitu... tapi hujan rintik-rintik masuk kigo... jadi setuju kl lumut ditambahkan kata kerja atau sifat... supaya tunggal... misal lumut daun atau lumut hati... siip kl gitu
Ro Wl Ma Begitulah mas Chandra Yusuf.....salam dan doa rahayu.
Ro Wl Ma Wah mas Jonny Jonjourrudolf Solisa sempat-sempatnya memfoto pokok yang ditumbuhi lumut..eh lumut atau jamur ya?
Opa Rachmat Hidayat Di Indonesia hanya ada dua musim, yaitu musim kering dan musim hujan. Jadi hujan sdh pasti kigo walau ga ditambah kata lainnya. Ini perlu tuntas didiskusikan jangan samapi terus berbeda persepsi.
Ro Wl Ma Opa Rachmat Hidayat.....benar opa. Hujan sudah pasti Kigo. Rahayu.
Ro Wl Ma Ohhh saya pikir jamur mas Jonny Jonjourrudolf Solisa...hehehehehehehe rahayu.
Opa Rachmat Hidayat Bagaimana bang Chandra Yusuf, bahwa hujan ga usah ditambah kata kerja lainnya sdh pasti kigo......
Michael Sukadi Sonokaryo Layaknya seorang murid saya ternyata hanya mampu menyimak. Maafkan saya ternyata usia saya hanya jumlah hitungan yang banyak tanpa ilmu. Mungkin disini saya hanya bisa berguru pada romo Ro Wl Ma dan para sahabat yang lebih mengerti tentang Haiku. Padaakhirnya karya haiku yang saya hasilkan hanya seperti ini yang keluar dari pengalaman hidup dan tentunya dengan pakem2 haiku yang saya ketahui saja. Sedangkal apapun nilai karya haiku saya adalah suatu hasil perenungan jadi membuatnya pun perlu mood dan waktu yang cukup. Makasih romo sudah banyak memberi pencerahan. Salam Rahayu ingkang sami pinanggih.
Ro Wl Ma Mas Michael Sukadi Sonokaryo....terimakasih tanggapannya.
SukaBalas1 jam
Ro Wl Ma Kepada semua sahabat dan kerabat yang berpastisipasi dalam diskusi dan yang juga sudah meninggalkan jejek jempolnya, saya haturkan terimakasih. Salam dan doa rahayu.
SukaBalas1 jam
AS Januar Diskusi yg luar biasa.... Sdh hampir 9 bulan yg lalu namun masih saja kontektual hingga kini.... Kigo.... Memang jd hal yg penting dlm penulisan haiku ibarat Ruh....
Masih nyimak ah....
Salam Rahayu Romo kuhh...

Batal SukaBalas152 menit
Ro Wl Ma iang mas AS Januar....sengaja saya angkat lagi, agar bisa di baca oleh banyak sahabat dan rekan kita di Group Haikuku. Biar tambah mantap...salam dan doa rahayu mas.
SukaBalas32 menit
Jonny Jonjourrudolf Solisa selamat siang Romo,
selama ini kita menulis haikuku dengan kigo atau penanda waktu, saya mau nanya nih apakah kehidupan bawah laut dapat dibuat haikuku? kalau dapat di buat haikuku lantas kigonya gimana. nih ada ikan kerapu kuslutas expor kalo mau digoreng dilahkan tapi saya mau buat haikukunya dulu,.silahkan.

Batal SukaBalas125 menit
Ro Wl Ma Sepertinya agak susah mas Jonny Jonjourrudolf Solisa...kecuali bicara soal musim kepiting bertelur, ikan salmon bertelur, atau migrasi ikan paus, atau musim kura-kura (penyu) bertelur dan seterusnya.
Atau mas Jonny punya catatan khusus tentang itu?

SukaBalas21 menit
Yesmil Anwar Romo RWM, selain rohaniawan, jg seorang pendidik yg tekun sekaligus motivator kreatif. Sy lahap buah pikirannya dr brbg tulisannya, banyak yg mengendap dlm benak sy dan memjadi dialog panjang yg melahirkan tesa, antitesa dan sintesa dlm keseharian sy 'menggauli' haiku...
Haiku sy yg dikutip dlm artikel ini, memberikan pelajaran pd sy tentang tanggungjawab seorang haijin pd karya-karyanya yg diposting. Senang sekali berkesempatan 'menatap' diri sendiri dlm berbagai perspektif. Tentunya tidak dlm konteks 'narsis', tp lbh pd perasaan gamang yg runduk ttg 'di atas langit ada langit'. Haiku, benar-benar mata air kesenian yg memabukan, tp tidak haram. Salam haikuKu untuk saudara-saudaraku, untuk romo, rayahu, rahayu...

SukaBalas9 menit

RWM.BOONG BETHONY

Tidak ada komentar: