Senin, 03 Desember 2018

Keadilan sosial

Renungan Kebudayaan empat tahun Kepemimpinan Jokowi- Jusup Kalla.
Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia - Sila Ke 5 PANCASILA.

Kutipan sila ke-5 dari apa yang di sebut "The Way Of Life" Bangsa Indonesia itu, tidak populer dan kalau toh di bicarakan dalam suatu diskusi, baik oleh kalangan LSM, Akademisi, Komunitas Senayan alias Dewan yang terhormat itu, Birokrat/eksekutif, hanya sambil lalu saja. Atau 'sebagai' pelengkap diskusi, sebab merupakan silah terakhir dari Pancasila. Mungkin lhoo! 
Padahal, bunyi Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia itu, berbicara kesetaraan dan kesamaan dalam memperoleh apa yang di sebut akibat dan progres Pembangunan oleh Negara. 
Ada yang keliru selama ini dalam perhatian Negara terhadap wilayah yang di kuasainya sebagai Negara. Perspektif Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia pun, sering kali tidak terakomodir untuk wilayah-wilyah diluar Jawa, sedikit ke Sumatra, sepi ke-Kalimantan, sunyi ke-Sulawesi, senyap ke- Maluku dan Papua lalu lengang ke-Nusatenggara Timur dan Barat. Tapi bersamaan dengan itu , sumber daya Alam Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, Papua dan daerah kepulauan yang ada, menumpuk, rame tertimbun di Jawa, dalam berbagai bentuk hasil pembangunan. Lihatlah fasilitas kantor Legislatif, kantor eksekutif dan pihak swasta, berjejal mewah dari ujung Timur Pulau jawa hingga ujung barat jawa. Tengok pula, jalan-jalan raya, Toll, fasilitas pelabuhan laut, Lapangan Terbang yang super mewah di Pulau jawa. Padahal, kalau mau jujur? Apa Sumber daya Alam Jawa? 
Memakai kacamata jujur, sangat terlihat ketimpangan alias betapa 'jomblang' pembangunan dalam segala hal di Pulau jawa banding semua hal yang tak didapatkan oleh atau yang mendiami wilayah lain di luar jawa. Ini bukan soal dikotomi, Jawa dan bukan jawa, tapi realitasnya begitu. 
Bukankah, Roh dari Sila ke-5 Pancasila, Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia, secara komperehensif mengatakan untuk seluruh Rakyat Indonesia, dimana pun ia berada dalam wilayah NKRI. 
Sungguh, ini tidak adil untuk wilayah lain.

Jokowi - Jusup Kalla, menterjemahkan Sila ke-5.
Pemerintahan Jokowi - JK, mulai beraksi beberapa bulan setelah di lantik sebagai Presiden dan wakil. 
Yang pertama dilakukan adalah : Proyek-proyek mangkrak, berupa jalan-jalan raya dan Toll, jalan layang, waduk-waduk yang terbengkalai, dieksekusi kelanjutan pembangunan secara khusus di Jawa, sementara proyek-proyek 'mangkarak' dikerjakan, Jokowi - JK membangun kilang-kilang minyak baru mulai dari ujung barat sampai ujung timur, di utara dan selatan Indonesia. Tujuang pembangunan kilang-kilang minyak baru itu, untuk menimbun/menyimpan hasil pertambangan minyak dalam negeri yang selama ini dengan licik dipermainkan oleh banyak anak negeri dengan cara membawa hasil tambang itu keluar negeri dengan harga murah, lalu mengembalikan dengan harga yang mahal untuk kebutuhan BBM di Indonesia. Alasan, orang-orang licik itu, karena dalam negeri tidak ada Kilang-kilang Minyak. 
Dalam hiruk pikuk kelanjutan pengerjaan proyek mangkrak itu, Jokowi - JK membangun jalan-jalan raya baru, di Sumatra, Di Papua, Kalimantan, Sulawesi dan pulau-pulau kecil di Indonesia. Seiring jalan raya baru, pelabuhan laut dan lapangan udara diperluas, diperpanjang, bahkan membangun banyak pelabuhan baru juga lapangan terbang baru. Tujuannya, ekonomi pasar dapat berjalan dengan baik dan adil. 
Lautan Indonesia yang amat luas, kaya Mineral dan biota laut pun diamankan demi rakyat Indonesaia. Ribuan kapal asing ditangkap dan ditenggelamkan, negara tetangga yang nelayan-nya selama ini mencuri kekayaan biota lautan Indonesia, meradang dan marah. Tapi Jokowi - JK tak perduli, ini lautan kami bung!

Apakah Jokowi - JK puas dengan pencapaian itu? Tentu tidak, sebab pembangunan tidak boleh terhenti, ia harus terus berlangsung, baik pembangunan sarana infrastruktur, sumber daya manusia dan mental spiritual manusia Indonesia.
Yang paling populer, kontroversial, adalah keberanian Jokowi - JK memutuskan 'satu harga BBM di seluruh wiyah Indonesia'. 
Keputusan itu banyak ditentang berbagai pihak, terutama oleh anak-anak negeri yang berfikir licik, apokrit, Nir keadilan dan asosial. 
Saya membutikan satu harga BBM di seleruh Indonesia. Tahun 2010 saya berkunjung ke Papua. Ke Kab. Merauke dan Kab. Digul Boven. Ketika itu harga Premiun di Pengisian BBM resmi milik Pertamina di Merauke Rp. 12.000/liter, lebih parah lagi di kota Digoel Rp. 15.000/liter. Jangan tanya harga di kios-kios pinggir jalan, perliter paling rendah Rp.20.000.
Sekarang ini, harga BBM di Pom Bensin Pasar Minggu sama harga Pom Bensin di Merauke, Digul, tentu saja di Sentani pun akan begitu, demikian juga di kota Sabbang pulau We Sumut.

Apa dampak dari semua pencapaian JOKOWI - JK selama 4 tahun belakangan ini? 
Roda ekonomi bergerak secara teratur antar masyarakat kepulauan, Kapal-kapal penumpang yang dulu berminggu-minggu bahkan berbulan-bulan untuk berlabuh di suatu pulau atau Pelabuhan laut, relatif pendek waktu penantian para penumpang. Barang antar pulau pun berjalan lancar, baik di darat, laut dan udara. 
Tali rantai ekonomi yang terputus-putus dan jadi mitos selama bertahun-tahun sejak Indonesia merdeka, mulai terbuka dan menyambung kembali
Kebutuhan pendidikan di pulau-pulau terpencil pun relatif gampang dan mudah di peroleh 
Destinasi wisata lokal, Laut, daratan yang selama ini terbengkalai, menggeliat dinamis.
Seni dan budaya lokal berkembang antar pulau.
Ekonomi menuju arah yang benar untuk Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia.

Jika disana-sini masih banyak kekurangan, itu karena pembangunan bukanlah hal yang mudah, gampang dan sederhana. Ia (pembangunan) butuh modal, skill dan manajemen handal, agar tepat sasaran.
Terimakasih untuk Keadilah Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia, wahai Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Jusup Kalla.
Salam dan doa Rahayu. 
Tuhan Memberkati Indonesia.

(Pasar Minggu, Medio November 2018)
Romo Ro Wi Ma.
Pemerhati dan Pegiat Kebudayaan.
Pdt.Pembimbing Umat di GPIB




RWM.BOONG BETHONY

Kegagalan Partai Politik

Renungan Kebudayaan Politik Kebangsaan dan Partai Politik. 
Para pakar katakan bahwa salah satu alat kelengkapan dari apa yang disebut sebagai Demokrasi adalah Partai Politik. Partai Politik merupakan elemen primer untuk membangun Demokrasi di manapun di diseluruh negara dalam kampung besar yang disebut Bumi ini. 
Dalam premis tersebut diatas, maka sesungguhnya Partai Politik memililki tugas mulia demi keberlangsungan Demokrasi sebagai sebuah puncak Kebudayaan bernegara dan terutama berbangsa.

Tugas mulia partai politik?
Tugas mulia? Iya, sebagai elemen primus demokrasi, partai politik bertugas untuk mencari dan menghadirkan 'kader-kader dan orang-orang terbaik untuk disodorkan sebagai calon legislatif, calon walikota, calon bupati, calon gubernur dan calon presiden'. 
'Kader terbaik dan orang-orang terbaik itu bagaimana? Ini yang harus segera kita rumuskan bersama, setidak-tidaknya sebagai Bangsa Indonesia, ingat bukan sebagai Negara!. 
Jika bicara tentang negara, maka objek percakanpan akan selalu berputar-putar pada apa yang disebut sebagai HUKUM. Bukankah ujung tombak dan pedang bernegara ada pada HUKUM? nach..dalam kontek ini, orang-orang baik menurut Negara belum tentu baik menurut nilai kebangsaan. 
Sebagai contoh : Jika seorang caleg menurut Negara, memenuhi persyaratan yang sudah ditentukan, maka seseorang tersebut 'dilayakkan' sebagai calon dari Partai politik nukan? 
Tak peduli mental spiritualnya seperti apa!
Lihatlah dan hitunglah, berapa ratus bahkan ribuan untuk tidak mengatakan jutaan, mereka yang menduduki jabatan politik harus berhadapan dengan Hukum? 
Mulai dari Gubernur, Bupati, Walikota, DPRD dan DPR RI, bukan orang-orang ini hasil dari sistem demokratisasi melalui dan oleh Partai-partai politik yang nota bene 'hanya' memenuhi persyaratan-persyaratan menurut ketentuan negara saja? 
Disitulah, kegagalan partai politik di Indonesia, untuk menghadirkan orang-orang baik, kader-kader terbaik yang yang memiliki intergritas kebangsaan dan mental spiritual mumpuni untuk disodor/ditawarkan pada pemilik suara, yaitu rakyat. 
Belum lagi banyak Partai-partai Politik yang mengukur para calon dari sisi material/finasiil, padahal itu bukan segala-galanya.

Mestinya, nilai-nilai kebangsaan juga jadi beberapa sarat penting dalam merekruit, siapapun yang akan disodorkan oleh partai politik kepada rakyat.
Apa kebangsaan? Kebangsaan adalah orang-orang yang dipersatukan oleh nilai-nilai yang berlaku dan diakui bersama dan atau dalam suatu wilayah. 
Sebagai contoh : Orang Sumatra dengan berbagai suku di sana juga agama dan bahasa, dipersatukan dengan orang-orang dari Indonesia Timur (juga dengan berbagai latar belakang suku, agama, dst), dipersatukan dengan orang-orang dari Indonesia bagian tengah dalam sebuah nilai yang kita sebut Indonesia. Nilai persatuan, nilai bahasa, nilai wilayah dan nilai tradisi sebagai kebudayaan orang Indonesia. 
Banyak calon bupati, calon gubernur, calon walikota, bahkan calon presiden yang abai pada nilai kebangsaan, nilai kesatuan, nilai tradisi berbangsa. 
Jadi jangan heran, jika ada anggota legislatif, Bupati, Walikota, Gubernur, bahkan mungkin presiden, yang ngomong seperti bukan Bangsa Indonesia, bicara mengingkari kebangsaan Indonesia, bahkan sering kali memecah belah kebangsaan kita sebagai bangsa Indonesia.

Kalau sudah begitu siapa yang salah? Sudah jelas dan terang, bahwa Partai politik di Indonesia gagal menghadirkan orang-orang terbaik, kader-kader terbaik untuk membangun bangsa dan Negara Indonesia.
Bisa dibayangkan apa yang akan terjadi bukan? 
Kacau, politik pecah belah, politik hoax dan ketidak nyamanan relasi antar sesama anak bangsa.

Ach..andai saja Partai-partai politik mampu menghadirkan yang terbaik dari sisi intelektual, sisi spiritual, maka pemilihan umum menjadi proses-proses pendidikan kebudayaan demokrasi kebangsaan kita.
Alhualam.

(Akhir November 2018)
Romo Ro Wi Ma
Pemerhati dan penggerak Budaya Kebangsaan.
Tinggal di jakarta.





RWM.BOONG BETHONY

Minggu, 02 September 2018

Cerita kampung


Cerita dari kampung 

Di pedalaman Sulawesi Selatan, ada satu kampung yang sangat luas, subur, indah dan sejuk. Kampung ini dikelilingi hutan-hutan lebat yang dipenuhi Pohon Damar, Kayu hitam, rotan terbaik di Indonesia dan jenis pohon lain termasuk aneka Angrek langkah, khas Hutan Sulawesi. Kampung ini terdiri dari beberapa desa dengan keunikan tradisi bahkan bahasa. 
Konon, kopi hasil kebun-kebun dari kampung ini jauh lebih gurih dan nikmat dari kopi Toraja yang sudah terkenal itu. 
Demikian juga, menurut sahibulhikayat, kerbau-kerbau terbaik dan termahal datangnya dari kampung ini. 
Masih menurut kisah, beberapa sungai besar yang mengalir ke Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat bahkan kesulawesi tengah dan tenggara hulunya ada di kampung ini.
Menilik kontur tanah, maka kampung ini sangat lengkap, ada perbukitan, pegunungan lembah yang luas bahkan Padang Savana berumput alang-alang dan ilalang. Di dalamnya ada Anoa, Rusa bertanduk cabang enam dan babi rusa. Belum lagi aneka burung dan ayam hutan yang bersahutan menjelang subuh. 
Kampung yang berada diketinggian 1200 - 2050 DPL ini penghasil beras lokal yang enak, harum dan seputih gading. Jenis padi ini oleh masyarakat lokal di sebut Padi Tarone.
Kampung yang sejuk, indah dan nyaman ini seperti seorang Perawan Cantik yang sedang diperebutkan banyak orang. 
Hutannya, lembahnya, sungainya, hasil kebunnya jadi sengketa banyak pihak, mulai dari pemerintah daerah sampai pusat, para pemalak hutan hingga pemalak isi buminya. Mereka yang ingin menguasai aliran sungai yang ada hingga sawah dan kebun penghuninya. 
Kampung ini bergejolak bukan karena penduduknya miskin atau pemalas, tetapi karena para Sengkuni yang mulai kasak kusuk memecah belah dan mengadu domba anak-anak negeri. 

Maka mulailah curiga mencurigai, intip mengintip, hadang menghadang. Semua terpusat kesana, sawah-sawah, kebun-kebun, ladang-ladang, Huma dan tegalan, terabaikan, teupakan, tak memberi hasil.

Maka ternak-ternak, kolam-kolam, tak terurus.
Banyak kebutuhan hidup hilang dari peredaran, beras, lombok, gula, ikan asin, garam, bawang, kopi, minyak dan sayur mayur, lenyap entah kemana.
Maka timbullah pencurian dimana-mana, copet dan rampok melanda kampung besar itu.
Banyak yang tak puas dengan keadaan ini, lalu membentuk kelompok-kelompok yang berfikir kritis pada pemerintah di kampung.
Terpcahlah orang-orang dikampung, mereka yang pro dan kontra pemerintah. Akibatnya, makin rame kampung itu. kelompok yang ada saling mengolok, membully sampai pada perkelahian dan tawuran disudut-sudut kampung.
Kampung tak aman lagi, penduduk yang tak memihak mengungsi keluar kampung.

"Ganti pemimpin kampung yang tak becus itu" teriak ketua yang anti.
"Langkahi dulu mayat kami!" sahut pemihak pemimpin kampung.

Maka perkelahian, tawuran, bakar-bakaran, hantaman-hantaman terjadi di mana-mana tempat
Rumah-rumah di Kampung yang damai, asri dan nyaman itu, berubah jadi puing-puing, sekolah jadi abu, rumah ibadah jadi arang.
Tak ada yang tersisa.
Kebun, sawah dan huma, juga ladang-ladang musnah dimakan api.
Gudang beras, lumbung-lumbung padi rata, bangkai ternak di mana-mana.
Bahkan mayat-mayat bergelimpang, di lapangan, di gang kampung, di jalan umum, di pasar-pasar.
Kampung jadi sarang hantu, berbau busuk, anyir menusuk hidung.
Tak ada lagi kedamian, tak ada lagi hijau royo-royo, tak ada lagi sungai jernih, lembah dan padang savana jadi kubangan maut.

sejak saat itu mayat-mayat hidup berjalan kekampung-kampung lain, merampok, mencopet, merampas, membunuh, memperkosa, hingga tak ada lagi kampung di negeri pardikan.

(
Jakarta, akhir agustur 2018)


RWM.BOONG BETHONY

Kamis, 26 April 2018

Cerpen Tubuh

Cerpen tentang tubuh.

Romo Ro Wl Ma

Seorang ibu mengeluh karena kuku-kukunya cepat memanjang dan ia butuh waktu untuk memotong kuku-kuku itu agar ia tetap bisa bekerja dengan baik.
Oh alangkah bahagianya, jika kukuku tetap seperti ini. Bisiknya dalam hati.
Demikian pula seorang perempuan muda yang merasa rendah diri karena kulit wajah selalu mengering dan butuh lapisan Cream pelembab tiap pagi dan sore dan karena itu ia merasa repot.
Alangkah bahagianya, jika kulit wajahku tetap lembab seperti milik orang lain, dan aku tak perlu memoles wajahku. Bisiknya pada cermin pagi ini.
Seorang lelaki baya menyibak-nyibak rambut kepala sambil bercermin dan merasa heran, karena garis-garis putih kian hari semakin banyak bertumbuh disana. Ia merasa kurang percaya diri.
Sahabat dan kerabatku, banyak orang mengeluh pada perubahan yang disekitar tubuhnya sendiri. Banyak cara di lakukan untuk mencegah perubahan - perubahan itu. Mulai dari operasi plastik, Implan, menarik kerutan, memakai alis palsu, gigi palsu, sampai pada rupa-rupa susuk, demi penampilan yang ideal dan mencegah perubahan itu.
Berbagai penelitian dan percobaan dilakukan para profesional untuk menjawab keluhan-keluhan itu.
Apa yang terjadi dengan tubuh? Apakah itu milik kita, tubuh kita?
Tubuh ini, sesungguhnya bukan milik kita, bukan dan tidak akan pernah menjadi milik kita!
seseorang tak pernah dengan sungguh - sungguh memiliki tubuhnya sendiri, ia hanya memakai tubuh itu. Meminjam tubuh itu.
JIka tubuhmu itu milikmu, katakan pada kuku - kukumu untuk tidak bertumbuh dan memanjang! Perintahkan pada rambutmu untuk tetap menghitam, meski usiamu sudah usur. Surulah, gigimu untuk bertumbuh kembali jika tanggal. Atau katakan pada kulit wajahmu untuk tetap kencang dan jangan berkeriput.
Katakan pula pada tubuhmu bahwa agar jangan menua dan tetaplah pada tubuh 30-an.
Tubuh itu tak meresponmu bukan? ia tak perduli padamu bukan? Ia tak mendengarmu sobat! Bahkan tak perduli padamu!
Bukankah itu milikmu? Dan karena tubuh ini milik sendiri, dapat diatur, di setel, sesuai keinginan.
Tapi tak seorangpun sanggup, menguasai tubuhnya sendiri, mengatur tubuhnya sendiri, Tidak, tidak ada yang sanggup menguasainya.
Lha tubuh sendiri saja tidak sanggup dikuasai, tidak bisa di atur, tak mampu mengendalikan, begitu kok sombong, pongah, tinggi hati dan ingin berkuasa atas orang lain. Memandang rendah orang lain, menghina sesama.
Hitung dulu berapa helai rambut yang rontok tiap hari atau rambutmu yang tumbuh dalam 1 x 24 jam! Apakah kau tahu kapan rambut itu rontok dan bertumbuh? Kapan? jam berapa, detik keberapa? Kau tak sanggup menjawabnya bukan? bahkan saat rontokpun kau tak tahu! Saat tumbuh, juga tak kau sadari bukan?
Bukankah rambut itu ada di kepalamu? Bukankah itu, milikmu? Lalu mengapa tak pernah kau tahu ketika ia rontok dan bertumbuh?
oh manusia, kau selalu menganggap tuhan atas diri sendiri, bahkan menempatkan diri sebagai tuhan atas orang-orang lain. Seoalah - olah engkau itu tuhan, penentu hidup orang lain. Lha wong hidupmu sendiri tak pernah kau kuasai, kok beranggapan seperti itu.
Tubuhmu itu bukan benda sobat, bukan TV yang tiap saat dapat kau perlakukan menurut keinginan. Tubuh ini bukan motor, yang bisa kau bongkar pasang, bukan! Bukan sobat.
Tubuh ini milik Tuhan. Milik Sang pencipta! Milik Sang Maha Penguasa.
Makanya, ia, tubuhmu itu, hanya menuruti perintah Sang penciptanya! Diatur dan di setel oleh pemiliknya. kau hanya meminjam tubuh ini, hanya memakai tubuhmu itu.
Karena itu, mengertilah sobat. Pahamilah sobat! Tahu dirilah sobat! Sadarlah sobat!
Sebab tanpa pemahaman demikian, tanpa kesadaran seperti itu, tidak mengerti hal ini, tanpa pengetahuan diri itu, sesungguhnya kau tak pernah mengenal Tuhanmu. Tak mengerti Tuhanmu, tak memahami Tuhanmu, tak menyadari Tuhanmu.
Siapapun kau!
Jadi bukan soal kecantikan, bukan soal kegagahan, bukan pula mengenai harta, bukan kuasa, bukan soal hidup dan mati. Melainkan cinta kasih. Yah, cinta kasih atas tubuh, penghargaan atas tubuh, keadaban pada tubuh. Sebab siapa yang mencintai tubuhnya, akan mencintai Sang Pemilik Tubuh ini. Siapa menghargai tubuhnya, akan menghargai Sang Penguasa tubuh ini. Siapa menghormati tubuhnya, berarti menghormati Sang Pencipta tubuh ini.
Mencintai Sang Pemilik, menghargai Sang Penguasa, menghormati Sang Pencipta berarti memanusiakan sesamanya.
Yaitu, Sesama yang senasib dengannya, sesama yang sama tidak berkuasa atas tubuh sendiri.
Berarti nasib semua manusia sama ya Romo? Tanya seorang lelaki setengah baya.
Ya sobatku. Tak ada yang istimewa di Mata Tuhan, kecuali mereka yang mengerti bagaimana memberlakukan tubuh yang bukan miliknya itu.
Bagaimana caranya Romo?
Cintai Tuhanmu, dan kasihi sesamamu. Itu saja.
Rahayu Romo.
Rahayu..rahayu..rahayu.
Medio April 2017.
Romo Ro Wl Ma.
Pemerhati Budaya dan Rohaniawan Protestan.
34 Komentar
Komentar
Opa Rachmat Hidayat Kereeen abis. Ini pelajaran yg sungguh mencerahkan agar kita mampu introspeksi diri. Terima kasih Romoku. Rahayu selaluRomo iya Opa Rachmat Hidayat....makasih dah mampir...salam dan doa rahayu untuk opa dan keluarga. 
Romo Apa kabar sobatku #Yulius_Sau...salam dan doa. 
Noorca M. Massardi bagus dan sangat mengilhami Romo Ro Wl Ma. Sesudah sarung dan kopiah yang sudah jadi hai aku, soal tubuh ini juga segera mengilhami saya. matur nuwun suksma rahayu !
Romo Puji Tuhan...jika tulisan sederhana ini dapat menjadi mengilhami karya kangmas Noorca M. Massardi....salam dan doa rahayu.

  Noorca M. Massardi HAIKU SABTU

satu tubuhku
...Lihat Lainnya

Kelola



Romo Makasih Kangmas Noorca M. Massardi...saya sudha baca kemaren karya ini, sambil menuju CGK...makasih ya mas. Rahayu..rahayu.
Kelola



Noorca M. Massardi salam sehat romo 🙏🏼
Oma Sally Luar biasa terima kasih Romo sesuatu banget
Kelola
Romo Makasih Oma Sally...tetap semangat, rahayu..rah
Kelola



Zahra Gusmayanti Terima kasih Romo....
Kelola
Romo Hallo mbak Zahra Gusmayanti....apa kabar disana? Salam dan doa rahayu.
Kelola

Zahra Gusmayanti Kabar baik Romo. 
Salam rahayu juga buat Romo   
elola



Ace Suhaedi Madsupi Cintai Tuhan ...
Kelola

Romo Cinta Tuhan berarti cinta sesama....rahayu..rahayu.
Kelola

Mumpuni Sayekti Super sekali romo
Kelola


Romo Makasih mbak Mumpuni Sayekti...salam dan doa rahayu.
Kelola



Yuni Adnyana Kardita Matur suksma Romo Ro Wi Ma salam rahayu...🙏
Kelola



Romo Hallo mbok Yuni Adnyana Kardita...apa kabar di sana? Salam rahayu buat bli dan anak-anak ya.
Kelola

Yuni Adnyana Kardita Kabar baik kami sek Romo, trm ksh🙏
Kelola

Nuky Kristijno terima kasih Romo...sungguh mengena
Kelola


Romo Salam rahayu mbak Nuky Kristijno....
Kelola

Irma Hutabarat We are a spirit, trapped in a body.
Thanks for tagging Romo Robert.
Happy Saturday : shanti, shanti, shanti ..

Kelola


Romo "We are a spirit"...makasih ya mima Irma Hutabarat...salam dan doa rahayu untuk keluarga.
Kelola


Kristina Hari Diyanti Tnank you Romo..
Kelola

Romo Hallo...selamat untuk nanda Desti yang tadi pagi menjadi orang 'dewasa' dalam iman...salam dan doa rahayu.
Kelola



Kristina Hari Diyanti Teri8m8a kasih Romo...doakan terus ya Romo.
salam hormat dari kami kel. Dewa Ketut.Suriana

Kelola

Romo Hormat kenali dari kami...sampai ketemu di jakarta...rahayu.
Kelola



Yessie Williams Begitu dalam luar biasa..deep down..dalam sekali untuk diselami.
Pemahaman tentang tubuh dikaitkan dg sang Pencipta.
Eye opening ..utk mencintai dan menerima tubuh yg tidak bisa kita kontrol.
...Lihat Lainnya

Kelola


Romo Makasih sobatku nan jauh di negeri biru sana...salam dan doa rahayu untuk keluargamu ya sobatku Yessie Williams.
Kelola



Yessie Williams Sama2 Romo..
Kelola



Amran Rede Hi, Fanny D'love make reply for brother RoMiWa. Your comment easy to catch. He...3x.
Kelola

Fanny Oohh Hes master of pylosophy Kanda,, 
and No Doubt ! no comment !! Ehhmm
Kelola



Amran Rede Yeah, he is a master of philosophy and theology. We differ field to him. He....3x.
Kelola

Fanny haha ... Respect !!
Kelola

Amran Rede Excuse me. Are you and RoWiMa in the same mam and dad? He...3x. I am so sorry, it's privacy.
Kelola



Fanny Yess Kanda No daubt !
Kelola



Amran Rede Your face a little bit same. He's handsome and you beauty, and the same smart too.
Kelola

Fanny Hahahaha you to much Kanda !! but u also brilliant ,, eehhmm ...
Kelola



Amran Rede Yeah, Seko community have many talent, brilliant, and polite man. We must to thank for God.
Kelola

Fanny Cheerrss to SEKO generation ...lol
Kelola



Amran Rede Yeah, cheer to Seko, but the problem is vehicle transportation, it is terrible, yes very terrible.
Kelola

Romo Hey..brotha and sista..what are u talking about?
Kelola

Tia Baratawiria Membaca 'cerpen' diatas..
Sy seperti sedang mendengarkan suara Romo di podium dgn suara dan gaya Romo yg khas.
Terima kasih pencerahannya ya Romo..

Kelola



Romo Whuahhhh....membayangkan seorang Tia Baratawiria....mengangguk-angguk di depan sana...qkqkqkqkqk, rahayu..rahayu.
Kelola


Deitasmalina Musa Maradjuni · Berteman dengan Amram Rede
mengingatkan kembali bahwa sesungguhnya tubuh ini adalah bait suci...

Kelola

Romo Salam kenal sobat #Maradjuni_Deyta_Musa...salam dan do rahayu.
Kelola



Deitasmalina Musa Maradjuni · Berteman dengan Amram Rede
Ro Wl Ma balik juga pak
Kelola

Dewi Kusnaeni · Berteman dengan Amran Rede dan 3 lainnya



Romo Terimakasih ya sobat #Dewi_Kusnaeni....salam dan doa rahayu.
Kelola



Merry Tatuwo Yaaa....., dan sering adu argumentasi dalam jiwa...
Kelola



Romo Semoga tidak lagi sesudah membaca cerpen ini ya sobatku Merry Tatuwo...salam dan doa rahayu.
Kelola



Mamah Eny Terimakasih Romo Ro Wi Ma atas pencerahannya dan menjadi renungan buat saya...,Amin...
Kelola

Romo Selamat malam Mamah Eny....terimakasih. Seperti itulah tubuh kita mama...ketika tiba saatnya, kita akan mengembalikan tubuh fana ini..Salam dan doa rahayu.
Kelola

Korie Mantap ahli puisi dari campus ungu...he...he...
Kelola

Romo Hallo sobat lama dari campus ungu..apa kabar sobat #Korie, salam dan doa rahayu.
Kelola

Heru Slamet Suharto · 2 teman yang sama
Senang "ketemu lagi" dgn Romo.Semoga senantiasa sehat dan limpah dgn berkat

Kelola

Romo Nuwun enggih kanmas Heru Slamet Suharto...mugi penjennengan tansah sihat, semanten ugi keluarga besar, anak,menantu, putu. Gusti Yesus mberkahi. Rahayu..rahayu.
Kelola

Ninik Noor Hidayatun Rahayu Romo...matursuwun pencerahannya.....salam sehat selalu@
Kelola


Romo Selamat malam mbak Ninik Noor Hidayatun...semoga tetap bergembira, bahagia bersama keluarga besar di sana, teriring salam dan doa rahayu.
Kelola

Ninik Noor Hidayatun Sama2 Romo....bahagia selalu dalam pengabdian....mencerahkan hati sesama dg kasihsayang Romo@
Kelola



Romo Rahayu...rahayu..rahayu.Kelola
Romo ndalu rahayu kangmas Achmad Masih II....mugi tansah sihat waalfiat kalian kaluarga...salam ugi pandunga rahayu kawula.
Kelola



Achmad Masih II Ro Wl Ma....amin, matur suwun romo , salam rahayu
Kelola



Reny Hasanah Ninit Pagi romo.... tks
Kelola



Luvi Saimima Tŕimakasih Romo... Rahayu..rahayu..rahayu
Kelola



Poltak Situmorang Romo ..Rahayu..Rahayu..Rahayu...
Kelola



Romo Makasih Uni Reny Hasanah Ninit....salam dan doa rahayu untuk keluarga.
Kelola



Romo Hai sobatku Luvi Saimima...selamat paskah, raayu..rahayu.
Kelola



Romo Selamat paskah Opung Poltak Situmorang, salam rahayu Kristus.
Kelola

Poltak Situmorang Romo Ro WI Ma, Selamat Paskah juga. Horas ma jala gabe.
Kelola



Romo Hallo sobat #Vicejeane_Runtulalo..salam dan doa rahayu.
Kelola

Vicejeane Runtulalo Selamat Paskah Romo....
Kelola



Dicky Tjandra Terimakasih Romo!!!!.... Sama2
Kelola

Liera Terima kasih Romo, sangat mencerahkan.

Salam Rahayu
Kelola

Is Man Terimakasih romo, salam kenal 


RWM.BOONG BETHONY